Penilaian Lomba Takbir di Kecamatan Belakang Padang Disorot, Peserta Kecewa hingga Hasil Direvisi

Indonesia Topnes-Belakang padang – Batam-Pelaksanaan lomba dalam rangka malam takbir di Kecamatan Belakang Padang menuai polemik. Sejumlah peserta dari berbagai kategori, seperti lampu hias, pawai takbir, dan pentas malam takbir, menyampaikan kekecewaan terhadap proses penilaian yang dinilai tidak transparan.

Kekecewaan memuncak setelah panitia mengumumkan hasil juara pertama. Namun, keputusan tersebut langsung menuai protes dari hampir seluruh peserta lomba. Akibatnya, panitia melakukan revisi terhadap hasil yang telah dibacakan, sehingga terjadi perubahan pada daftar pemenang.

Peristiwa ini memicu ketidakpuasan luas di kalangan peserta. Mereka menilai proses penilaian tidak dilakukan secara terbuka, bahkan dianggap tidak jujur dan tidak sportif.

“Sejak awal kami sudah merasa ada kejanggalan dalam penilaian. Ketika hasil diumumkan lalu diubah, tentu semakin menambah kekecewaan,” ungkap salah satu peserta.

Lomba yang telah dipersiapkan selama satu bulan penuh tersebut melibatkan berbagai kategori, di antaranya lampu hias, pawai takbir, dan pentas malam takbir. Namun, kerja keras para peserta dinilai seakan sia-sia akibat hasil penilaian yang dianggap tidak sesuai harapan.

Khusus pada kategori lampu hias, penilaian disebut telah dilakukan sebanyak tiga kali selama periode lomba. Meski demikian, peserta menilai hasil penilaian tersebut tidak mencerminkan proses yang ada di lapangan.

Protes paling keras datang dari peserta asal Kampung Tengah, yang secara terbuka mempertanyakan sistem dan mekanisme penilaian yang dilakukan panitia.

Situasi ini membuat suasana malam takbir di Kecamatan Belakang Padang tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Alih-alih menjadi ajang kebersamaan dan kemeriahan, kegiatan tersebut justru diwarnai kekecewaan dan kritik terhadap panitia pelaksana, yang berada di bawah naungan PHBI kecamatan setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia terkait polemik dan revisi hasil penilaian tersebut.

Reporter Izazat Karunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *