Indonesia Topnews-BATAM — Sebanyak 14 orang warga asal Sidagkal, Kota Padang Sidempuan (yang akrab dijuluki Kota Salak), Sumatera Utara, tengah mengadu nasib di Kota Batam. Para perantau yang semuanya masih berusia muda ini datang jauh-jauh dari kampung halaman dengan satu tujuan: mengubah nasib dan meraih kesuksesan. Uniknya, belasan pemuda ini berasal dari satu kampung yang sama dan masih memiliki ikatan kekerabatan yang erat.
Di antara rombongan perantau muda tersebut, terdapat nama Ihwan Anif Simatupang dan Pahmi Ritonga. Keduanya dikenal memiliki ambisi dan tekad yang sangat kuat untuk kelak menjadi toke (saudagar) besar. Namun, kerasnya kehidupan di tanah rantau menuntut mereka untuk memulai segala sesuatunya dari bawah. Saat ini, demi menyambung hidup, mereka bekerja dengan cara membantu para pedagang di kawasan CGC.

Meski saat ini masih berstatus sebagai pekerja yang membantu pedagang lain, semangat Ihwan tak sedikit pun surut. Ia memandang kondisinya sekarang sebagai sebuah proses belajar dan batu loncatan menuju impian utamanya.
“Biarlah sekarang kami membantu pedagang dulu. Tapi saya sangat yakin, suatu saat nanti saya akan jadi toke besar dan sukses,” ujar Ihwan Anif dengan penuh optimisme.
Sementara itu, Fahmi Ritonga mengungkapkan bahwa perjuangan mereka beradaptasi dan mencari peluang di kota industri ini sudah berjalan cukup lama. “Sudah hampir satu tahun kami merantau di Batam,” ungkap Fahmi.

Kisah kegigihan belasan pemuda dari Kota Salak ini menjadi potret nyata ketangguhan para perantau. Jauh dari keluarga dan kampung halaman tak menyurutkan langkah mereka untuk terus berjuang menghadapi kerasnya kehidupan kota demi menjemput cita-cita di masa depan.
Reporter: Adil Putra

