Lebih Dekat Mengenal Pak Lian, Perantau Asal Serang Banten yang Bertahan Hidup di Tanah Medan

Indonesia Topnews-SAMOSIR – Kisah perjuangan hidup seorang perantau asal Serang, Banten, bernama Pak Lian menjadi perhatian awak media saat ditemui di kawasan wisata Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Pak Lian yang lahir di Kota Medan pada tahun 1954 menceritakan perjalanan hidup keluarganya yang penuh perjuangan. Menurut penuturannya, kedua orang tuanya merantau dari Serang, Banten menuju Kota Medan sekitar tahun 1941 demi mencari kehidupan yang lebih baik.

“Dulu orang tua saya hidup susah di kampung. Mereka merantau ke Medan dengan berjalan kaki hampir satu tahun lamanya sambil singgah-singgah di perjalanan, karena masa itu kendaraan mobil belum ada seperti sekarang,” ujar Pak Lian kepada awak media.

Perjuangan hidup keluarga tersebut menjadi saksi kerasnya kehidupan masyarakat perantau di masa lampau. Meski hidup penuh keterbatasan, keluarga Pak Lian tetap bertahan dan membangun kehidupan di Kota Medan.

Pak Lian juga menceritakan pengalamannya saat masih muda pernah bekerja di sebuah perusahaan milik orang Australia. Namun kini, di usia senja, dirinya tinggal bersama anak-anaknya.

“Sekarang saya hidup numpang sama anak. Anak saya enam orang, satu sudah meninggal, tinggal lima lagi,” tuturnya dengan nada haru.

Pertemuan awak media dengan Pak Lian berlangsung penuh keakraban di kawasan Danau Toba, Samosir. Dalam kesempatan itu juga tampak beberapa teman serta keluarga yang menemani Pak Lian.

Kisah Pak Lian menjadi gambaran nyata perjuangan generasi lama yang rela meninggalkan kampung halaman demi masa depan keluarga.

(sp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *