Indonesia Topnews-KAPUAS HULU – Kondisi bangunan SD Negeri 03 yang berlokasi di Jalan Kalimantan RT 008/RW 002, Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menjadi sorotan masyarakat. Sekolah yang telah berdiri lebih dari setengah abad itu disebut belum pernah mendapatkan renovasi menyeluruh, sehingga kondisi bangunannya kini dinilai memprihatinkan dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan cukup berat. Atap bangunan bocor di berbagai titik sehingga air hujan masuk ke dalam kelas saat hujan deras. Selain mengganggu kegiatan belajar mengajar, kondisi tersebut juga mempercepat kerusakan bangunan.
Tak hanya itu, beberapa plafon terlihat jebol dan menggantung akibat lapuk dimakan usia. Lantai di sejumlah ruangan juga tampak bergelombang, menandakan bangunan sudah mengalami penurunan kualitas seiring bertambahnya usia.
Kondisi tersebut membuat para orang tua siswa merasa cemas setiap kali anak-anak mereka mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Kalau hujan, anak-anak belajar sambil menghindari tetesan air. Kami takut suatu saat plafon roboh ketika jam pelajaran berlangsung. Jangan sampai ada korban baru pemerintah bergerak,” ujar salah seorang wali murid.
Kekecewaan juga disampaikan warga sekitar. Mereka menilai SDN 03 merupakan sekolah yang memiliki sejarah panjang dan telah melahirkan banyak alumni yang kini berkiprah sebagai aparatur pemerintahan, tenaga profesional hingga anggota legislatif. Namun, perhatian terhadap kondisi fisik sekolah dinilai masih sangat minim.
Masyarakat mempertanyakan pemerataan pembangunan sarana pendidikan di daerah. Menurut mereka, pemeliharaan gedung sekolah merupakan kebutuhan mendasar untuk menjamin keselamatan peserta didik sekaligus mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas.
Sementara itu, seorang pakar konstruksi bangunan menjelaskan bahwa bangunan yang telah berusia lebih dari 50 tahun dan belum pernah direhabilitasi secara menyeluruh seharusnya menjalani pemeriksaan teknis secara berkala.
Menurutnya, material seperti rangka atap, plafon, dan struktur lantai dapat mengalami penurunan kekuatan akibat faktor usia, kelembapan, serta beban yang diterima selama puluhan tahun. Plafon yang lapuk dan mulai terlepas merupakan indikator adanya potensi kegagalan elemen bangunan yang tidak boleh diabaikan karena dapat membahayakan penghuni gedung.
Selain itu, kebocoran yang terus terjadi juga berpotensi mempercepat kerusakan struktur bangunan dan meningkatkan biaya rehabilitasi apabila tidak segera ditangani.
Pakar tersebut menyarankan agar pemerintah daerah segera melakukan audit teknis menyeluruh untuk menentukan apakah bangunan masih layak digunakan, memerlukan rehabilitasi berat, atau bahkan harus dibangun kembali demi menjamin keselamatan seluruh warga sekolah.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui dinas terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta mengambil langkah konkret. Mereka menegaskan bahwa keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama agar proses belajar mengajar dapat berlangsung di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.
Reporter: Dhen
