Indonesia Topnews-Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara — Pasar Sinunukan yang terletak di Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, masih menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang tak pernah sepi. Setiap hari Rabu, pasar ini dipadati para pedagang dan pembeli yang datang dari berbagai daerah, menjadikannya sebagai salah satu pasar mingguan paling hidup di wilayah tersebut.
Para pedagang yang meramaikan Pasar Sinunukan tidak hanya berasal dari sekitar Madina, tetapi juga datang dari luar daerah seperti Padang, Bukittinggi (Sumatera Barat), Padang Sidempuan, hingga Kota Medan. Keberagaman asal pedagang ini menambah semarak suasana pasar sekaligus memperkaya jenis barang dagangan yang ditawarkan, mulai dari kebutuhan pokok hingga hasil bumi.

Namun, di balik ramainya aktivitas pasar, kondisi ekonomi masyarakat setempat saat ini disebut-sebut mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya hasil dan produktivitas kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu sumber utama penghasilan warga.
“Dulu ekonomi di sini cukup bagus, daya beli masyarakat juga tinggi. Sekarang agak menurun karena hasil sawit sudah tidak seperti dulu lagi,” ungkap salah satu pedagang di pasar tersebut.

Meski demikian, Pasar Sinunukan tetap menjadi tumpuan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus sebagai penggerak roda perekonomian lokal. Kehadirannya setiap pekan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan pertemuan warga dari berbagai daerah.
Dengan segala dinamika yang ada, Pasar Sinunukan terus bertahan sebagai simbol kehidupan ekonomi masyarakat Mandailing Natal yang penuh semangat, meski dihadapkan pada tantangan perubahan zaman dan kondisi sektor perkebunan.
Reporter aziwir milala 366.

