Harga Kopi Tembus Rp63 Ribu, Petani Ulu Belu Justru Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem

Tanggamus, Indonesia Topnews – Di tengah melonjaknya harga kopi hingga mencapai Rp63.000 per kilogram untuk kualitas terbaik, para petani kopi di Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, justru harus menghadapi kenyataan pahit akibat gagal panen.

Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang menjadi penyebab utama menurunnya hasil panen tahun ini. Kondisi cuaca yang tidak menentu mengakibatkan banyak putik bunga kopi berguguran sebelum berkembang menjadi buah, sehingga produksi kopi mengalami penurunan yang signifikan.

Read More

Berdasarkan pantauan pada Minggu, 26 Juli 2026, di kawasan Puncak Bendungan Pangkul (Warung Polda), Desa Datarajan, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, para petani mengaku tidak dapat menikmati tingginya harga kopi karena hasil panen yang jauh dari harapan.

“Biasanya bulan Mei, Juni, dan Juli merupakan musim panen raya kopi. Namun tahun ini banyak petani mengalami gagal panen akibat faktor cuaca,” ungkap salah seorang petani setempat.

Meski demikian, harapan masih terbuka. Saat ini tanaman kopi di wilayah tersebut sedang memasuki masa berbunga dengan kondisi yang cukup lebat. Para petani berharap cuaca pada musim berikutnya lebih bersahabat sehingga bunga kopi dapat berkembang menjadi buah yang berkualitas dan menghasilkan panen melimpah.

Dengan membaiknya kondisi cuaca di masa mendatang, para petani berharap dapat memanfaatkan harga kopi yang masih tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan perekonomian masyarakat di sentra perkebunan kopi Ulu Belu.

Reporter: Kariman – Liputan Nusantara
Editor: Redaksi Indonesia Topnews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *