Rokan Hulu, Indonesia Topnews – Kesuksesan tidak selalu datang dari jalan yang mudah. Hal itulah yang tergambar dari perjalanan hidup Alfian, yang akrab disapa Bang Gondrong. Lahir pada 18 Juni 1964 di Kampung Harum Sari, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, ia memulai hidup dari bawah dengan penuh perjuangan.
Sebelum dikenal sebagai seorang wartawan dan Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), Bang Gondrong pernah merasakan pahitnya kehidupan sebagai pedagang asongan dan pedagang obat keliling di kampung halamannya. Dengan semangat pantang menyerah, ia berjuang mencari nafkah demi menyambung hidup.
Pada tahun 2000, ia memutuskan meninggalkan tanah kelahirannya di Aceh untuk merantau ke Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Keputusan besar itu menjadi awal perubahan dalam perjalanan hidupnya.
Berkat kepribadiannya yang ramah dan mudah bergaul, Bang Gondrong mulai mengenal banyak wartawan. Dari pergaulan itulah ia belajar dunia jurnalistik pada masa media cetak masih menjadi sumber utama informasi masyarakat.
Dengan tekad yang kuat, ia mulai menulis di berbagai media. Beberapa di antaranya adalah Mingguan Koreksi Taruna Baru dari Medan, Mingguan Barata, Inti Jaya Sentana terbitan Jakarta, hingga akhirnya bergabung dengan Indonesia Topnews, tempat ia terus berkarya hingga saat ini.
Tidak hanya aktif sebagai wartawan, Bang Gondrong juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), sebuah tanggung jawab yang masih diembannya hingga sekarang.
Di balik kesibukannya, Bang Gondrong terus mewujudkan impian yang lahir dari pengalaman hidupnya. Saat ini ia sedang membangun tiga pintu ruko di Pasir Pengaraian.
Satu pintu akan dijadikan mushola, agar para pengguna jalan dan masyarakat sekitar memiliki tempat yang layak untuk beribadah. Satu pintu lainnya akan menjadi Kantor Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) sebagai pusat kegiatan organisasi. Sedangkan pintu ketiga akan digunakan sebagai kedai kopi, yang diharapkan menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, dan mempererat silaturahmi masyarakat maupun insan pers.
“Dulu saya hidup dalam kesulitan. Pernah berjualan keliling demi bertahan hidup. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit Allah memberikan jalan. Apa yang saya bangun hari ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga ingin bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Bang Gondrong.
Kisah hidup Alfian membuktikan bahwa keberhasilan bukan ditentukan oleh dari mana seseorang berasal, melainkan oleh kemauan untuk terus berjuang, bekerja keras, dan tidak menyerah menghadapi keadaan.
Perjalanan dari seorang pedagang asongan hingga menjadi wartawan, pemimpin organisasi profesi, dan kini mampu membangun fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat menjadi bukti nyata bahwa mimpi dapat diraih oleh siapa saja yang memiliki tekad kuat dan keikhlasan dalam bekerja.
Reporter: SP.
Editor: Indonesia Topnews




