Tiga Sahabat Seperjuangan Asal Jambi Kembali Bertemu di Batam, Kini Menekuni Usaha Alat Kapal

Indonesia Topnews-BATAM, KEPRI — Tiga sahabat seperjuangan asal Jambi kembali dipertemukan setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan masing-masing untuk mencari rezeki. Pertemuan tersebut berlangsung di Batam, setelah sebelumnya mereka sempat berpisah dan menjalani perjalanan hidup di sejumlah tempat.

Ketiga sahabat tersebut adalah Zainudin, Pawit, dan Adi. Mereka dahulu dikenal sebagai kawan seperjuangan yang sama-sama merantau dan berusaha mencari penghasilan di berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.

Read More

Berbagai pekerjaan pernah mereka jalani. Prinsip mereka sederhana, selama pekerjaan tersebut halal dan dapat menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka siap menjalaninya.

Zainudin mengaku terakhir kali bertemu dengan Pawit di Jakarta sekitar lima tahun lalu. Setelah itu, mereka kembali menjalani kehidupan masing-masing hingga akhirnya dipertemukan kembali di Batam.

Pertemuan kali ini terasa semakin istimewa karena Zainudin datang dari Jambi ke Batam dalam rangka menghadiri pernikahan anak bungsunya.

Di sisi lain, Pawit bersama Adi kini telah menekuni usaha jual beli peralatan kapal bekas. Usaha tersebut dijalankan di kawasan sekitar Pelabuhan Batu Ampar, Batam, yang dinilai cukup strategis karena berada dekat dengan aktivitas pelabuhan dan perkapalan.

Sejumlah peralatan kapal bekas terlihat diperjualbelikan di lokasi usaha mereka. Usaha yang dirintis Pawit dan Adi tersebut tampak terus berkembang dan berjalan cukup sukses.

Bagi ketiga sahabat itu, pertemuan kembali di Batam bukan sekadar melepas rindu. Momen tersebut juga menjadi pengingat perjalanan panjang mereka sejak dahulu sebagai perantau yang sama-sama berjuang mencari kehidupan yang lebih baik.

Dari Jambi, mereka pernah berkelana ke berbagai daerah hingga ke sejumlah negara. Kini, setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan masing-masing, mereka kembali dipertemukan dalam suasana yang berbeda.

Persahabatan yang telah terjalin sejak lama tersebut menjadi bukti bahwa jarak dan waktu tidak selalu mampu memutus hubungan antara sahabat seperjuangan.

Kenangan 20 Tahun Lalu, Mobil Terbalik di Sekupang Namun Mereka Selamat

Di balik pertemuan kembali tiga sahabat seperjuangan asal Jambi tersebut, ternyata tersimpan sebuah kenangan yang hingga kini masih melekat kuat dalam ingatan Zainudin dan Pawit.

Sekitar 20 tahun lalu, keduanya pernah mengalami kecelakaan cukup menegangkan di kawasan Sekupang, Batam. Saat itu, mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan hingga terbalik dengan posisi roda berada di atas.

Yang berada di balik kemudi ketika kejadian tersebut adalah Pawit. Situasi saat itu tentu membuat mereka panik. Dengan kondisi kendaraan yang sudah terbalik, siapa pun yang melihat kejadian tersebut mungkin akan mengira para penumpangnya mengalami nasib buruk.

Namun, atas pertolongan Allah SWT, keduanya berhasil keluar dari mobil dalam keadaan selamat. Bahkan, Zainudin dan Pawit tidak mengalami luka sedikit pun.

“Kalau orang melihat mobil kami waktu itu terbalik sampai roda di atas, mungkin menyangka kami tidak selamat. Alhamdulillah, kami selamat dan tidak mengalami luka sedikit pun,” kenang Zainudin.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu pengalaman yang tidak pernah mereka lupakan. Setelah kejadian itu, perjalanan hidup keduanya terus berlanjut. Mereka kembali berusaha dan mencari rezeki di berbagai tempat.

Kini, sekitar dua dekade setelah peristiwa tersebut, Zainudin dan Pawit kembali dipertemukan di Batam. Pawit bersama Adi telah menekuni usaha jual beli alat-alat kapal bekas di sekitar kawasan Pelabuhan Batu Ampar.

Bagi Zainudin, pertemuan kembali dengan Pawit bukan hanya melepas kerinduan setelah bertahun-tahun tidak bertemu, tetapi juga membuka kembali kenangan lama tentang perjalanan hidup dan perjuangan mereka sebagai sahabat yang pernah melewati masa-masa sulit bersama.

Reporter: SP

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *