Proyek Jembatan Gantung Kubu Raya di Persimpangan Kanan Disorot, Kesesuaian Kualitas dan Pengawasan Dipertanyakan

Indonesia topnews-Kalbar.— Kubu Raya,23/09/ 2026, Pembangunan Jembatan Gantung Persimpangan Kanan di Kabupaten Kubu Raya, yang tercantum dalam papan informasi proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp. 12.805 miliar dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025-2026, mendapat sorotan terkait pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan dokumentasi lapangan yang diterima, terlihat bahwa pekerjaan struktur jembatan masih dalam tahap pemasangan tulangan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis, kualitas material, metode pelaksanaan, serta pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait.

Read More

Secara visual, susunan tulangan pada lantai jembatan tampak perlu diperiksa lebih lanjut, terutama mengenai diameter dan jenis besi, jarak pemasangan, posisi tulangan, sambungan, panjang kanal, dan ketebalan selimut beton. Namun, kondisi visual saja tidak cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran spesifikasi. Untuk memastikan kesesuaian, diperlukan inspeksi teknis berdasarkan gambar kerja, RKS, spesifikasi kontrak, dan hasil pengujian material.

Proyek yang tercantum pada papan informasi menggunakan penyedia layanan CV Marta Kencana, dengan konsultan pengawas yang tercantum PT Jakarta KSO Compliant Plan PT Kartia Tarina Bumi dan CV Zentha Multi Prakarsa. Jangka waktu pelaksanaannya adalah 300 hari kalender, dimulai dari tanggal 17 Desember 2025 hingga 13 Oktober 2026.

Fokus utama saat ini adalah pada fungsi pengawasan di lapangan. Pengawasan harus memastikan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilakukan sesuai dengan dokumen kontrak, standar teknis, kualitas material, dan prosedur keselamatan konstruksi.

Jika terdapat dugaan ketidaksesuaian, pihak pelaksana dan pengawas perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai jenis material yang digunakan, hasil uji kualitas baja dan beton, metode pemasangan tulangan, serta hasil inspeksi pekerjaan sebelum pengecoran dilakukan.

Terlebih lagi, proyek ini menggunakan anggaran negara senilai miliaran rupiah. Karena itu, aspek kualitas, mutu, daya tahan struktur, keselamatan pengguna, dan akuntabilitas penggunaan anggaran adalah hal-hal yang tidak dapat diabaikan.

Masyarakat tentu berharap BPJN Kalimantan Barat, PPK, konsultan pengawas, dan pihak terkait dapat melaksanakan inspeksi teknis pekerjaan secara komprehensif. Jika ditemukan ketidaksesuaian, perbaikan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Poin penting ini bukan untuk menyimpulkan bahwa proyek tersebut telah melanggar spesifikasi, tetapi untuk meminta verifikasi teknis yang transparan. Dengan demikian, pembangunan Jembatan Gantung Simpang Kanan benar-benar memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan dan dapat memberikan manfaat serta keamanan bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Repoter Dhen Baong

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *