Indonesia Topnews-Palembang – Kawasan Jalur Trans Palembang yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Sumatera Selatan kembali menunjukkan potensi pertaniannya melalui kegiatan panen raya yang berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Dalam panen kali ini, hasil produksi padi terbilang sangat memuaskan. Setiap hektare lahan mampu menghasilkan sekitar 7 hingga 8 ton gabah. Dengan harga jual mencapai Rp6.000 per kilogram, para petani mengaku bersyukur karena hasil panen cukup menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Jalur Trans Palembang selama ini menjadi daerah andalan penghasil padi di Sumatera Selatan. Kesuburan tanah, dukungan irigasi, serta kerja keras para petani menjadi faktor utama keberhasilan produksi pertanian di wilayah tersebut.

Sejumlah petani menyampaikan bahwa hasil panen tahun ini lebih baik dibandingkan musim sebelumnya. Selain cuaca yang mendukung, penggunaan bibit unggul dan pola tanam yang tepat juga turut berperan dalam meningkatkan produktivitas.
Pemerintah daerah diharapkan terus memberikan perhatian dan dukungan, baik dalam bentuk penyediaan sarana pertanian, pendampingan teknis, maupun stabilitas harga gabah, agar sektor pertanian di Jalur Trans Palembang semakin berkembang.
Panen raya ini menjadi bukti bahwa Sumatera Selatan tetap menjadi salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional, khususnya dalam produksi beras.
Reporter: Liputan Nusantara ,Kariman / Mualim

