Gempa M 6,7 Guncang Palu dan Sekitarnya, Warga Panik, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

banner 468x60

Indonesia Topnews-Palu – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) pagi. Guncangan kuat yang dirasakan di sejumlah wilayah memicu kepanikan warga dan menyebabkan aktivitas masyarakat sempat terganggu.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB atau 11.27 Wita. Episenter gempa berada di koordinat 1,03 LS dan 120,24 BT, atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, dengan kedalaman 10 kilometer.

Selain Kota Palu, getaran gempa turut dirasakan di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Donggala, hingga Poso. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

BMKG menjelaskan bahwa gempa ini termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah Sulawesi Tengah. Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan geser turun atau oblik normal.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat sesar aktif,” demikian pernyataan BMKG.

Berdasarkan peta tingkat guncangan BMKG, intensitas gempa mencapai skala VI–VII MMI di wilayah Torue, Parigi Moutong, dan Parigi Selatan. Sementara itu, Palolo dan Kabupaten Sigi mengalami guncangan hingga VII MMI. Kota Palu dan Sigi Biromaru merasakan guncangan pada skala V–VI MMI.

Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

Guncangan kuat membuat warga di sejumlah daerah panik dan berhamburan keluar rumah menuju area terbuka. Di Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, warga terlihat berkumpul di pinggir jalan setelah menyelamatkan diri.

Salah seorang warga, Sulistio Anggriawan, mengaku merasakan getaran sangat kuat saat berada di rumah.

“Gempanya kuat sekali. Ini saja masih ada terasa goyang-goyang sedikit,” ujarnya.

Ia mengaku belum berani kembali masuk ke rumah karena masih trauma. Menurutnya, getaran gempa berlangsung sekitar 10 detik.

“Masih belum berani masuk di dalam rumah. Karena trauma juga. Kuat sekali,” tambahnya.

Kepanikan serupa juga terjadi di Rumah Sakit Samaritan Palu. Pasien, keluarga pasien, dan pengunjung dievakuasi ke area parkir dan halaman rumah sakit sesaat setelah gempa terjadi.

“Iya, penjaga dan pasien panik. Saat gempa terjadi, petugas rumah sakit membantu evakuasi keluar,” kata Salam, warga yang berada di lokasi.

Dari sejumlah video yang beredar, tampak petugas dan sekuriti membantu pasien, termasuk pengguna kursi roda, menuju lokasi yang lebih aman.

Sejumlah Bangunan Dilaporkan Rusak

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gempa dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Palu, Sigi, Donggala, Poso, dan Parigi Moutong. Laporan awal menunjukkan adanya kerusakan bangunan di beberapa titik.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pendataan dampak masih dilakukan oleh tim BPBD setempat.

“Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan,” ujar Muhari.

Data terbaru BMKG menyebutkan terdapat kerusakan kategori sedang di sejumlah lokasi. Salah satu bangunan yang terdampak adalah Kantor Bupati Sigi.

BMKG Pastikan Tidak Ada Ancaman Tsunami

BMKG memastikan gempa M 6,7 ini tidak berpotensi tsunami. Pemantauan sejumlah stasiun pasang surut di sekitar sumber gempa juga tidak menunjukkan kenaikan muka air laut yang signifikan.

Kepala BMKG Wijayanto mengatakan, hanya terdeteksi kenaikan kecil di Pelabuhan Pantoloan.

“Di Pelabuhan Pantoloan ada sedikit kenaikan sekitar 7,5 sentimeter. Jadi sangat kecil sekali dan dipastikan bukan gelombang yang berbahaya,” jelasnya.

Terjadi 13 Gempa Susulan

Hingga pukul 12.17 Wita, BMKG mencatat telah terjadi 13 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepanikan lanjutan di tengah masyarakat.

Sementara itu, BNPB menyatakan pendataan terkait kemungkinan korban jiwa maupun warga yang mengungsi masih terus dilakukan.

“Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi masih berlangsung,” kata Abdul Muhari.

BNPB dan BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman untuk digunakan kembali.

Tim Redaksi

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *