Pilwana PAW Nagari Saniangbaka memanas Kandidat selisih satu suara minta pemilihan diulang Di sinyalir kemenangan Dakhpriadi sarat KKN Bupati Solok; Jadikan masyarakat nagari sejuk dan damai

banner 468x60

Indonesia Topnews-Solok- Pemilihan PAW Walinagari Saningbaka yang dilaksanakan Sabtu 27 Mei yang baru lalu ternyata berbuntut panjang, karena salah seorang kandidat calon Walinagari Saningbaka Drs.Antri Sopen merasa dirugikan karena selisih satu suara dari kandidat yang menang Dakhpriadi mendapatkan 33 suara sedangkan Drs Antri Sopen mendapatkan 32 suara.
Warga pemilih Pilwana PAW 11 orang dari masing-masing enam Jorong.

Drs.Antri Sopen ketika dihubungi wartawan media ini melalui handphone nya, menjelaskan tentang penolakan hasil Pilwana tersebut.

“Sebenarnya saya secara pribadi menerima hasil pemilihan Pilwana dengan legowo dan dada lapang, menang dan kalah itu adalah hal biasa dalam sebuah organisasi, tapi atas kemenangan seseorang disebabkan dengan cara licik, tidak konsekwen apalagi di sinyalir adanya unsur KKN, Nepotisme, tidak jujur bahkan ada seorang keluarga Dakhpriadi Irdalena Azka yang tidak lain adalah adik sepupu dia sendiri, juga beberapa kerabatnya ikut memilih sehingga pemilihan tersebut ikut merugikan satu suara untuk saya.
Makanya atas saran beberapa tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh adat minta saya protes atau ajukan pemilihan ulang
Surat tersebut saya tujukan ke ketua P2WN saya tembuskan ke Bupati Solok, Kadis DPMN, BPN, KAN dan Camat X Koto Singkarak. “Ujar Drs Antri Sopen.

Bupati Solok DR (HC) Jon Firman Pandu SH ketika dihubungi melalui ponselnya minta semua pihak tenang nanti saya pelajari dulu karena suratnya belum sampai ke meja saya.

“Saya menghimbau kepada semua pihak jangan ada kisruh atau penolakan, jika ada sesuatu yang kurang disenangi rembukan secara bersama, jadikan lah masyarakat nagari Sejuk dan Damai, “Ujar Bupati Solok.

Ketua P2WN Atrizon ketika diminta komentarnya mengatakan.

“Itu biasa pak apalagi kalah hanya satu angka (satu suara)
Kerja P2WN nagari Saningbaka sudah selesai berita acara sudah ditanda tangani sudah diteruskan ke BPN dan sudah di Musna kan tadi pagi. Imbuh ketua P2WN Saningbaka Atrizon.

Sementara itu Kadis DPMN Dr. Hendrianto MPSSP melalui ponselnya sangat terkejut atas kabar ada penolakan Pilwana dari salah satu kandidat.

” Saya sangat terkejut atas adanya kabar penolakan dari salah satu calon Pilwana, padahal waktu pelaksanaan Pilwana hari Sabtu itu berjalan dengan baik dan lancar,
Masalah menang dan kalah itu sudah hal biasa, tapi kalau benar adanya unsur KKN dalam pemilihan tersebut, apalagi saudara dari pihak yang menang tentu ini sudah melanggar birokrasi, tidak dibolehkan ada keluarga dalam pemilihan Walinagari, tapi saya tunggu klarapikasi dari ketua P2WN dan kepala Jorong nagari Saningbaka dulu, “Ujar Kadis DPMN Dr.Hendrianto MPSSP.

Sedangkan ketua KAN nagari Saningbaka Hamdani Datuak Rangkayo basa juga merasa heran dan kaget atas penolakan dari salah satu kandidat Walinagari Tersebut,

“Pandangan saya, jabatan itu hanya satu setengah tahun jadi tidak perlu dipermasalahkan, apalagi di nagari Saningbaka tu hampir kesemua nya bersaudara berdunsanak, sedarah jadi tidak perlu di perpanjang, dan nanti saya akan hubungi pihak yang berseteru, mudah-mudahan masalah ini tidak berlarut-larut, “Ulas ketua KAN nagari Saningbaka Hamdani Datuak Rangkayo basa.

Syaipul Ramli

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *