Indonesia Topnews-BANGKO — Sabtu (11/7) malam menjadi malam yang tak akan terlupakan bagi 13 pelaku usaha di Kabupaten Merangin. Di balik layar laptop, tangan mereka mengetik tanda tangan digital pada formulir komitmen supplier Indomaret. Tangan yang biasanya membalik adonan kue, mencampur rempah, atau mengemas kerajinan tangan kini menandatangani kontrak yang mengubah nasib mereka.
Perjalanan panjang ini berakhir manis. Setelah bermodalkan tekad dan produk yang terus diperbaiki dari dapur-dapur kecil, garasi, dan bengkel sederhana di pelosok Merangin, 17 produk lokal mereka dipastikan bakal menghiasi etalase ribuan gerai Indomaret di seluruh Indonesia.
“Ini bukan sekadar masuk toko besar. Ini bukti bahwa anak daerah bisa, asal mau bertahap dan tidak putus asa,” ujar salah satu pelaku UMKM yang ikut menandatangani komitmen virtual bersama Tim Manajemen Indomaret.
Perjalanan ini tak mudah. Sejak dibuka Bupati Merangin H. M. Syukur pada 29 Januari 2026 lalu, puluhan produk merangin masuk kurasi ketat. Hanya 17 yang lolos. Standarisasi ritel modern bukan cuma soal rasa atau tampilan, tapi soal legalitas: Halal, PIRT, NIB, hingga ketahanan produk dalam rantai distribusi nasional.
Kepala DKUKMPP Kabupaten Merangin, Andrie Fransusman, menangkap kerinduan besar di balik capaian ini. “Mereka ini bukan pengusaha besar. Mereka ibu-ibu rumah tangga, pemuda yang mulai dari nol, pengrajin yang bertahun-tahun bertahan di pasar tradisional. Malam itu, mereka bukan lagi penjual kecil. Mereka pemasok resmi ritel modern.”
Andrie juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tak akan berhenti di angka 17. “Ini adalah pemantik. Kami akan terus dampingi UMKM lain agar tidak sekadar melewati proses, tapi benar-benar siap bertarung di pasar nasional.”
Bagi Merangin, langkah ini lebih dari angka statistik. Ini adalah janji bahwa produk lokal tidak pernah lagi harus tersenyum pasrah di sudut-sudut pasar kecil. Mereka kini punya kursi di meja besar.
keffe




