Proyek Galian Pipa ABH Disorot Warga, Jalan Ditambal Semen Bukan Aspal, Kemacetan Parah Lumpuhkan Sei Beduk

Batam, Indonesia Topnews – Proyek penggalian pipa air milik ABH di Jalan S. Parman, Sei Beduk, tepatnya di kawasan Piayu dekat halte, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Warga menilai pengerjaan proyek tersebut dilakukan secara asal-asalan dan tidak profesional karena bekas galian di badan jalan hanya ditimbun dan dicor menggunakan semen, bukan dikembalikan ke kondisi semula dengan pengaspalan.

Menurut warga, pekerjaan tersebut telah menimbulkan dampak besar bagi pengguna jalan. Selain menyebabkan kemacetan panjang, kualitas penutupan bekas galian juga dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat hujan.

Read More

“Seharusnya jalan yang digali dikembalikan seperti semula dengan diaspal, bukan ditutup pakai semen. Kalau hujan begini, kami khawatir cor-coran itu cepat rusak dan bisa memakan korban,” ungkap salah seorang warga kepada Indonesia Topnews, Kamis (23/7/2026).

Kemacetan terparah terjadi pada sore hari saat jam pulang kerja. Arus kendaraan dari kawasan Muka Kuning menuju Piayu lumpuh total akibat adanya penggalian dan pengalihan arus lalu lintas.

Kendaraan dari arah Muka Kuning terpaksa dialihkan menuju Jalan Baru, melewati Kemangsang hingga tembus ke kawasan GMP. Namun, jalur alternatif tersebut juga tidak mampu menampung volume kendaraan yang sangat padat sehingga kemacetan terjadi di hampir seluruh ruas jalan.

Warga mengaku baru kali ini kemacetan di kawasan Piayu terjadi separah ini.

Melihat situasi tersebut, Kapolsek Sei Beduk bersama personel kepolisian turun langsung ke lokasi untuk mengatur lalu lintas serta melakukan pengalihan arus kendaraan agar kemacetan tidak semakin panjang.

Pada pagi hari, ketika gerimis mengguyur kawasan tersebut, keluhan warga kembali bermunculan. Mereka mempertanyakan standar pekerjaan proyek yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi jalan umum.

“Ini jalan umum yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan. Harusnya setelah selesai pekerjaan langsung diaspal kembali, bukan dicor pakai semen. Jangan sampai nanti ada pengendara yang menjadi korban akibat pekerjaan yang asal jadi,” keluh warga.

Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait segera melakukan perbaikan sesuai standar pekerjaan jalan serta memberikan penjelasan kepada publik mengenai alasan penggunaan semen sebagai penutup bekas galian di badan jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun perusahaan ABH terkait keluhan masyarakat tersebut.

Reporter: Chepi

.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *