Indonesia Topnews-LAMPUNG SELATAN –16 Agustus 2026– Dermaga Canti di Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu pelabuhan utama bagi wisatawan asal Pulau Sumatera yang ingin menikmati pesona wisata Anak Gunung Krakatau dan gugusan pulau di sekitarnya.
Dari Dermaga Canti, perjalanan menuju kawasan Anak Gunung Krakatau dapat ditempuh menggunakan perahu tradisional carteran dengan waktu perjalanan sekitar dua jam. Biaya sewa perahu berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta, tergantung jenis armada dan kebutuhan wisatawan.
Sementara itu, wisatawan yang datang dari wilayah Banten dan Jakarta dapat menyeberang melalui Pantai Carita atau Pantai Anyer menggunakan speedboat. Perjalanan menuju kawasan Krakatau juga membutuhkan waktu sekitar dua jam, dengan biaya sewa speedboat sekitar Rp5,5 juta untuk maksimal enam orang.
Dalam perjalanan wisata tersebut, Pulau Sebesi menjadi salah satu lokasi transit dan tempat bermalam bagi para wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Anak Gunung Krakatau.
Namun, sebelum melakukan kunjungan ke kawasan Anak Gunung Krakatau, wisatawan diwajibkan melakukan perizinan dan koordinasi dengan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat. Hal ini penting dilakukan karena Anak Gunung Krakatau merupakan gunung api yang masih aktif.
Selain menikmati panorama Anak Gunung Krakatau yang eksotis, kawasan tersebut juga menawarkan berbagai destinasi wisata bahari. Wisatawan dapat melakukan aktivitas seperti diving, snorkeling, menikmati keindahan terumbu karang, serta menjelajahi gugusan pulau yang mempesona.
Beberapa pulau yang menjadi daya tarik wisata di kawasan tersebut di antaranya Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, dan Pulau Umang-Umang. Keindahan alam, laut yang mempesona, serta panorama gugusan pulau menjadikan kawasan Krakatau sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang menarik untuk dikunjungi.
Dengan kekayaan alam dan pesona baharinya, kawasan Anak Gunung Krakatau terus menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati petualangan sekaligus keindahan alam Indonesia.
Reporter: Kariman




