Indonesia Topnews-PADANG LAWAS, SUMATRA UTARA — Kondisi Pasar Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, menjadi perhatian warga setempat. Selain keluhan mengenai melonjaknya harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama beras, masyarakat juga menyoroti kondisi pasar yang dinilai kurang tertata dan semakin sepi dibandingkan hari-hari pasar sebelumnya.
Keluhan tersebut terungkap saat Indonesia Topnews menggali informasi dari sejumlah warga yang sedang berbelanja di Pasar Sibuhuan. Beras menjadi salah satu bahan kebutuhan pokok yang paling banyak diperbincangkan masyarakat karena kenaikan harga dinilai semakin membebani pengeluaran rumah tangga.
Sejumlah pembeli mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan beras, termasuk beras kemasan ukuran 5 kilogram dan 10 kilogram dari berbagai merek yang tersedia di pasaran.
Kenaikan harga tersebut tidak hanya dirasakan oleh konsumen. Para pedagang beras juga mengaku menghadapi situasi yang tidak mudah. Ketika harga naik, daya beli masyarakat cenderung menurun sehingga transaksi menjadi lebih terbatas.
Kondisi pasar secara umum juga mendapat sorotan. Hari Senin yang biasanya dikenal sebagai salah satu hari pasar utama dan ramai dikunjungi masyarakat, kali ini justru terlihat relatif sepi. Seorang pedagang mengungkapkan bahwa omzet dagangannya mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan kondisi biasanya.
Bukan hanya pedagang sembako yang merasakan dampaknya. Pedagang kosmetik, kain, aksesori dan berbagai jenis barang lainnya juga mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli.
“Biasanya kalau hari Senin pasar ramai, tetapi sekarang suasananya seperti hari biasa. Omzet kami juga turun,” ujar salah seorang pedagang.
Di tengah keluhan mengenai harga kebutuhan pokok dan menurunnya aktivitas jual beli, masyarakat juga menyoroti persoalan penataan Pasar Sibuhuan. Sejumlah ruas jalan di sekitar pasar digunakan sebagai tempat berjualan sehingga ruang bagi kendaraan dan pejalan kaki menjadi semakin terbatas.
Kondisi tersebut membuat pengunjung harus berjalan berdesakan di antara lapak pedagang. Bagi masyarakat yang datang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keadaan tersebut dinilai cukup mengganggu kenyamanan.
Persoalan lain muncul ketika hujan turun. Kondisi sejumlah bagian pasar yang becek membuat aktivitas jual beli semakin kurang nyaman. Warga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kondisi pasar dan melakukan penataan secara menyeluruh.
“Kapan pasar kita diperhatikan pemerintah? Kami berharap pasar ini bisa ditata kembali supaya lebih rapi, nyaman dan dapat mendukung kemajuan Pasar Sibuhuan,” ujar salah seorang pengunjung.
Masyarakat berharap pembenahan tidak hanya menyangkut kebersihan dan kondisi jalan, tetapi juga penataan lapak pedagang, akses pejalan kaki, drainase serta pengelolaan pasar secara keseluruhan.
Pasar Sibuhuan memiliki peran penting sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Padang Lawas. Karena itu, warga berharap kondisi pasar dapat menjadi perhatian pemerintah agar aktivitas perdagangan kembali bergairah, pedagang mendapatkan tempat berjualan yang layak, dan masyarakat dapat berbelanja dengan aman serta nyaman.
Terkait keluhan mengenai kenaikan harga beras, kondisi pasar yang sepi dan persoalan penataan tersebut, diperlukan informasi lebih lanjut dari pihak pengelola pasar maupun pemerintah daerah untuk mengetahui penyebab serta langkah penanganan yang akan dilakukan.
Indonesia Topnews akan terus menggali informasi dan menyampaikan perkembangan kondisi Pasar Sibuhuan kepada masyarakat.
Reporter: M. Ramadhan




