Indonesia Topnews-BATAM — Keluhan warga terkait dugaan pencemaran udara yang berasal dari aktivitas PT Abadi Makmur Karbon di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, kembali mencuat.
Warga mengaku terganggu akibat abu arang yang diduga beterbangan dari aktivitas perusahaan hingga masuk ke pekarangan dan rumah mereka. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama.
“Barang masak kami sampai ikut hitam karena abu arangnya. Ini sudah beberapa kali disidak. Ada ibu dewan, Polresta, Polda, sampai DLH juga sudah turun. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan,” ujar seorang warga, Rabu (9/9/2026).
Menurut warga, berbagai inspeksi yang telah dilakukan sejumlah pihak belum memberikan perubahan berarti terhadap kondisi di lapangan. Mereka meminta instansi terkait tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memastikan adanya solusi konkret terhadap keluhan masyarakat.
Tim media yang melakukan konfirmasi kepada pihak PT Abadi Makmur Karbon juga telah berupaya meminta penjelasan terkait persoalan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan warga maupun dugaan pencemaran yang disampaikan.
Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH), aparat penegak hukum, serta DPRD Kota Batam kembali menindaklanjuti persoalan tersebut dan memastikan kondisi lingkungan serta kesehatan masyarakat menjadi perhatian serius.
Warga juga meminta Anggota DPRD Kota Batam, Ruslan Sinaga, ikut mengawal persoalan tersebut hingga ditemukan solusi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Reporter :Dani tanjung.




