BELAKANG PADANG, INDONESIA TOPNEWS – Pertemuan penuh haru dan nostalgia terjadi di Belakang Padang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (21/9/2026). Sejumlah sahabat lama yang telah puluhan tahun tidak bertemu akhirnya kembali berkumpul dan mengenang masa muda mereka.
Mereka terakhir bersama sekitar tahun 1978–1979. Setelah itu, kesibukan dan perjalanan hidup membuat masing-masing menjalani kehidupan di tempat berbeda. Hingga akhirnya, setelah lebih dari empat dekade berlalu, para sahabat tersebut kembali dipertemukan.
Pertemuan berlangsung di Kedai Kopi Huang, di samping kantor Bank BRI Belakang Padang. Suasana pertemuan terasa hangat. Sambil menikmati kopi, mereka berbagi cerita tentang masa muda, mengenang berbagai kejadian yang pernah dilalui bersama.
Salah satu kenangan yang paling banyak dibicarakan adalah Pasar Angin Mamiri, tempat yang dahulu menjadi lokasi berkumpul masyarakat Belakang Padang. Pada masa itu, pagi maupun malam hari, tempat tersebut ramai menjadi tempat para sahabat berkumpul, bercengkerama dan menghabiskan waktu bersama.
Pasar Angin Mamiri pada zamannya memiliki bentuk yang sederhana, berupa bangunan dengan lantai papan dan tonggak-tonggak kayu yang berdiri di atas kawasan perairan laut. Tempat tersebut menjadi salah satu bagian dari kehidupan masyarakat Belakang Padang pada masa lalu.
Namun seiring perkembangan zaman, Pasar Angin Mamiri kini sudah tidak ada lagi. Yang tersisa hanyalah kenangan yang terus hidup dalam ingatan mereka yang pernah menikmati suasana tempat tersebut.
Pertemuan kembali para sahabat lama itu pun menjadi perjalanan menyusuri kenangan masa lalu. Foto-foto dan cerita masa muda kembali dibuka. Wajah yang dahulu masih muda kini telah berubah dimakan usia, tetapi persahabatan dan kenangan yang pernah terjalin puluhan tahun lalu tetap terasa dekat.
“Sudah puluhan tahun tidak bertemu. Hari ini kami kembali duduk bersama, bercerita tentang masa lalu dan mengenang masa muda,” menjadi gambaran suasana pertemuan tersebut.
Pertemuan di Kedai Kopi Huang bukan sekadar ngopi bersama, tetapi menjadi momen berharga untuk kembali menyambung tali silaturahmi yang sempat terpisah oleh perjalanan waktu.
Bagi mereka, perubahan zaman boleh menghilangkan tempat-tempat lama seperti Pasar Angin Mamiri, tetapi kenangan dan persahabatan tidak mudah hilang. Puluhan tahun berlalu, namun ketika kembali duduk bersama, cerita masa muda seakan kembali hadir seperti dahulu.
Reporter: Dewardi Pasaribu
Editor: Redaksi Indonesia Topnews




