Indonesia TopNews Solok– Ribuan jamaah memadati Lapangan Sirukam, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, untuk melaksanakan Sholat Iduladha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026). Bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan sholat tersebut adalah Ustaz Syaipul Ramli Malin Sampono, yang akrab disapa Pak Ojeng.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai wilayah telah berdatangan ke lapangan untuk menunaikan ibadah Sholat Iduladha secara berjamaah. Suasana berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan.

Dalam khutbahnya, Ustaz Syaipul Ramli Malin Sampono menyampaikan pentingnya memahami makna ibadah kurban dan haji yang berakar dari perjuangan keluarga Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS.
Menurutnya, ibadah kurban dan haji tidak dapat dipisahkan dari kisah ketaatan luar biasa keluarga Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah SWT.
“Nabi Ibrahim membuktikan ketaatannya kepada Allah SWT dengan rela mengorbankan harta yang paling dicintainya, yaitu putranya sendiri, Nabi Ismail. Begitu pula Ismail yang dengan ikhlas menerima perintah Allah, serta Siti Hajar yang dengan penuh keikhlasan menerima ketentuan tersebut. Karena keikhlasan dan ketaatan mereka, Allah SWT kemudian menggantikan Ismail dengan seekor kibas atau domba,” ujar Pak Ojeng dalam khutbahnya.

Ia menjelaskan bahwa hikmah terbesar dari peristiwa tersebut adalah mendahulukan ketaatan kepada Allah SWT dibandingkan kecintaan terhadap harta benda dan urusan duniawi.
Selain dikenal sebagai mubaligh dan dai di Sumatera Barat, Pak Ojeng juga merupakan seorang wartawan senior serta pekerja “pesa” yang telah menekuni profesinya sejak tahun 1978.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pesan moral kepada rekan-rekannya sesama pekerja agar selalu mencari rezeki dengan cara yang halal dan penuh keberkahan.
“Carilah rezeki ke mana saja, tetapi usahakan diperoleh dari jalan yang baik agar menjadi berkah bagi keluarga dan anak-anak. Mari perlahan-lahan berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik dalam beribadah. Karena pada akhirnya yang akan menolong kita di akhirat hanyalah amal ibadah dan sedekah,” pesannya.
Pak Ojeng juga berbagi pengalaman pribadinya tentang pentingnya hidayah dan perubahan menuju kehidupan yang lebih dekat kepada Allah SWT.
“Alhamdulillah, seiring bertambahnya usia Allah memberikan hidayah kepada saya. Karena itu saya berusaha menjaga sholat lima waktu dan tidak meninggalkan sedekah. Dengan ibadah, hati menjadi tenang dan hidup terasa nyaman meskipun kondisi ekonomi terbatas,” tuturnya.
Menutup khutbah dan pesannya kepada jamaah, Pak Ojeng mengajak masyarakat, khususnya yang telah lanjut usia, untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
“Kita tidak pernah tahu kapan kematian datang, apa penyebabnya, dan di mana kita akan meninggal. Semua itu adalah rahasia Allah SWT. Karena itu, mari perbanyak ibadah dan persiapkan bekal untuk kehidupan akhirat,” pungkasnya.
Reporter: Dani / Idil Putra
Editor: Indonesia TopNews

