Jambi, Indonesia Top News – Kondisi memprihatinkan terjadi di Jalan Platur Purnama, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Tumpukan sampah yang menggunung dan menebarkan bau menyengat dikeluhkan warga karena dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat, merusak pemandangan kota, serta berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.
Berdasarkan pantauan warga di lapangan, sampah terlihat berserakan di sejumlah titik dan sebagian telah terlindas kendaraan hingga menempel di badan jalan. Saat cuaca panas, aroma busuk semakin menyengat dan membuat pengguna jalan merasa tidak nyaman. Kondisi tersebut disebut terus berlangsung dan volume sampah dikabarkan bertambah hampir setiap hari.
Warga menilai persoalan ini semakin terasa setelah sejumlah bak atau tempat penampungan sampah di beberapa lokasi ditutup maupun dibongkar. Akibatnya, masyarakat kebingungan menentukan lokasi pembuangan sampah yang memadai, sementara sistem pengelolaan penggantinya dinilai belum berjalan optimal.

“Jangan sampai kebijakan yang dibuat justru menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat. Jika tempat pembuangan ditutup, maka harus ada solusi yang jelas dan siap dijalankan terlebih dahulu,” ungkap salah seorang warga kepada wartawan.
Menurut warga, kondisi tersebut bukan hanya persoalan kebersihan semata, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Tumpukan sampah yang dibiarkan dalam waktu lama berpotensi menjadi sarang lalat, tikus, dan berbagai sumber penyakit yang dapat mengancam lingkungan sekitar.
Masyarakat juga mempertanyakan mengapa persoalan sampah bisa terjadi di salah satu kawasan yang merupakan jalur penting dan ramai dilalui masyarakat setiap hari. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penanganan serius sebelum situasi semakin memburuk.
Sejumlah warga menyampaikan harapan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengelolaan sampah yang sedang diterapkan. Menurut mereka, setiap kebijakan publik harus disertai perencanaan matang, sarana pendukung yang memadai, serta solusi nyata yang dapat diterapkan di lapangan.

“Ibarat ingin berperang, perlengkapan dan persenjataannya harus sudah siap terlebih dahulu. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban karena kebijakan yang belum didukung sistem yang matang,” ujar warga dengan nada kecewa.
Selain mengganggu kenyamanan dan keindahan kota, kondisi tersebut juga dikhawatirkan menciptakan citra negatif bagi Kota Jambi. Jalan Platur Purnama merupakan akses yang setiap hari dilalui warga, sehingga persoalan sampah yang menumpuk menjadi pemandangan yang sangat mencolok.
Warga berharap Pemerintah Kota Jambi segera mengambil langkah konkret, mulai dari pengangkutan sampah secara rutin, penyediaan lokasi penampungan yang memadai, hingga sosialisasi kepada masyarakat mengenai sistem pengelolaan sampah yang baru. Mereka menegaskan bahwa persoalan sampah tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kesehatan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menantikan tindakan nyata dari pihak terkait agar tumpukan sampah yang mengganggu aktivitas masyarakat tersebut dapat segera diatasi.
Reporter: Keffe
Editor: Indonesia Top News











