Masyarakat Linglung, Pemerintah Bingung: Sampah Tetap Menumpuk Meski Sudah Dipasang Garis Larangan

banner 468x60

Indonesia Topnews-JAMBI – Persoalan sampah di Kota Jambi kembali menjadi sorotan masyarakat. Meski pemerintah telah memasang garis pembatas (line) sebagai tanda larangan membuang sampah di sejumlah titik, kenyataannya tumpukan sampah masih terus bermunculan dan semakin mengkhawatirkan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Jalan Platur Purnama, kawasan perbatasan antara Kelurahan Simpang III Sipin dan Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kota Baru. Di lokasi tersebut, sampah rumah tangga dan berbagai jenis limbah masih terlihat menumpuk meskipun area tersebut telah diberi tanda larangan.

Menurut keterangan warga sekitar, para pelaku pembuangan sampah bukan berasal dari lingkungan setempat. Bahkan, beberapa warga telah berupaya melakukan pengawasan secara mandiri pada siang, sore, malam hingga dini hari untuk mengetahui siapa yang membuang sampah di lokasi tersebut.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Warga mengaku para pelaku kerap memanfaatkan waktu subuh menjelang pagi saat kondisi masih sepi untuk membuang sampah secara sembunyi-sembunyi.

“Kami sudah mengawasi hampir setiap waktu, tetapi tetap saja ada yang membuang sampah saat menjelang pagi. Seolah-olah mereka sudah mengetahui kapan situasi lengang,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan hanya soal kesadaran masyarakat, tetapi juga menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam menegakkan aturan yang telah dibuat. Pemasangan garis larangan semata dinilai belum cukup efektif jika tidak diikuti dengan pengawasan yang konsisten, penindakan terhadap pelanggar, serta penyediaan solusi yang memudahkan masyarakat membuang sampah pada tempat yang semestinya.

Apabila permasalahan ini tidak segera ditangani secara serius, warga khawatir Kota Jambi akan menghadapi dampak yang lebih besar. Selain merusak pemandangan kota, tumpukan sampah yang membusuk dapat menimbulkan bau tidak sedap, mencemari lingkungan, mengundang lalat dan tikus, serta berpotensi menjadi sumber berbagai penyakit.

Masyarakat berharap pemerintah kota bersama instansi terkait dapat duduk bersama mencari solusi yang adil dan tidak memberatkan salah satu pihak. Penanganan sampah perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan fasilitas pembuangan yang memadai, peningkatan armada pengangkut sampah, pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik rawan, hingga pemberian sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah sembarangan.

Persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Namun demikian, pemerintah diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang tepat, terukur, dan berkelanjutan agar Kota Jambi tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

Saat ini, Jalan Platur Purnama menjadi salah satu contoh nyata bahwa persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan solusi konkret. Masyarakat menanti langkah nyata pemerintah agar permasalahan yang terus berulang ini tidak semakin membebani lingkungan dan kesehatan warga Kota Jambi.

Reporterr : Keffe

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *