Indonesia Topnews-Batam – Kenduri Adat Melayu yang diselenggarakan di Lapangan Usman Harun, Pancur, Sei Beduk, Batam, berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Memasuki malam pertama pelaksanaan kegiatan, warga tampak antusias memadati lokasi untuk menikmati berbagai pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan.
Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Sei Beduk, Dato’ Setia Ruslan, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk pelestarian budaya sekaligus ajang mempererat persatuan masyarakat yang beragam di Kota Batam.

Menurut Dato’ Setia Ruslan, puncak acara Kenduri Adat Melayu akan digelar pada 5 Juni 2026, dengan menghadirkan berbagai pertunjukan budaya dari sejumlah daerah. Selain kesenian Melayu, masyarakat juga akan disuguhkan penampilan budaya Jawa seperti Reog Ponorogo dan Jaran Kepang, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Pada malam pembukaan, kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kota Batam, Samson Ramba Pasir. Kehadiran beliau mendapat sambutan hangat dari para tokoh adat dan masyarakat yang hadir.
Samson Ramba Pasir dikenal sebagai salah satu budayawan dan pujangga yang cukup terkenal di Kepulauan Riau. Sebelum berkarier di pemerintahan, ia merupakan seorang guru yang aktif berkarya dan memperkenalkan budaya melalui berbagai karya sastra. Dedikasinya dalam bidang kebudayaan kemudian membawanya dipercaya untuk mengemban tugas di Dinas Pariwisata Kota Batam.

Dalam kesempatan tersebut, Samson Ramba Pasir bersama Dato’ Setia Ruslan menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai identitas bangsa, sekaligus menjadikannya sebagai daya tarik wisata budaya di Kota Batam.
Kenduri Adat Melayu ini diharapkan dapat menjadi wadah silaturahmi antar masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam keberagaman budaya yang ada di Batam.
Reporter: Chepi











