Jilbab Ditarik dan Kepala Dipukul, Video Dugaan Perundungan Remaja di Belakang Padang Viral dan Picu Kemarahan Publik

banner 468x60

Indonesia Topnews-Belakang Padang-Batam – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi perundungan terhadap seorang remaja putri berjilbab di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, viral di media sosial dan memicu gelombang kemarahan serta keprihatinan masyarakat.

Video berdurasi singkat tersebut mulai ramai beredar sejak Sabtu (13/6/2026) dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial. Ribuan warganet membagikan rekaman itu sambil mengecam tindakan yang diduga merupakan bentuk kekerasan terhadap seorang remaja perempuan.

Dalam video yang beredar, korban terlihat mengenakan jilbab berwarna biru tua dan tampak hanya menundukkan kepala tanpa melakukan perlawanan berarti. Sikap korban yang terlihat pasrah justru membuat banyak pihak merasa prihatin dan geram.

Rekaman tersebut memperlihatkan seorang remaja perempuan berbaju garis kuning-hitam yang diduga melakukan tindakan fisik terhadap korban. Beberapa adegan memperlihatkan dugaan penarikan jilbab, tamparan, hingga pukulan ke arah kepala korban.

Yang menjadi sorotan publik bukan hanya dugaan kekerasan itu sendiri, tetapi juga reaksi sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian. Dalam video, terdengar suara tawa, sorakan, bahkan komentar yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap korban.

Salah satu bagian yang banyak disorot warganet adalah terdengarnya ucapan, “iPhone, kamera iPhone bagus, cok,” yang diiringi gelak tawa dan tepuk tangan. Banyak pihak menilai perilaku tersebut mencerminkan rendahnya kepedulian terhadap sesama.

Video itu disebut pertama kali diunggah melalui akun Facebook yang diduga milik ibu korban, Putri Ana Sibarani. Dalam unggahannya, sang ibu mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya atas peristiwa yang menimpa anaknya.

Kolom komentar media sosial pun dipenuhi kecaman dari masyarakat. Banyak netizen meminta agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

“Ya Allah, bahasanya kurang ajar kali. Kami yang lihat saja geram. Jilbab ditarik-tarik seperti itu,” tulis seorang pengguna media sosial.

Sementara itu, warganet lainnya berharap rekaman video tersebut dapat menjadi alat bukti untuk mengusut tuntas kejadian tersebut.

“Untung ada yang merekam sehingga bisa menjadi bukti. Tolong segera ditindaklanjuti,” tulis netizen lainnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa perundungan di kalangan remaja bukanlah persoalan sepele. Dampak psikologis yang ditimbulkan dapat berlangsung lama, mulai dari trauma, rasa malu, hingga tekanan mental akibat penyebaran video di media sosial.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kejadian maupun identitas pihak-pihak yang terlibat. Aparat kepolisian juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penanganan kasus tersebut.

Masyarakat berharap kasus ini dapat diusut secara objektif dan menyeluruh, serta menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam mencegah perundungan di lingkungan remaja.

sumber :www.ini kepri.com

Reporter: Indonesia Topnews

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *