Indonesia Topnews-Solok-gebyar Ij’tima’ Sanawi sekaligus menyambut bulan Muharram 1448 H yang dilaksanakan selama tiga hari, Minggu, Senin dan Selasa 14-15-16 Juni bertempat di Mesjid A’zaimah dan Sekolah Dasar Nagari Sulit air Solok.
Hadir beberapa tokok agama, adat dan umum memberi materi.
Buya H.Zulkarnaini MA.g ketua MUI Sumbar dalam ulasannya menyampaikan beberapa ilmu tentang tarikat, tauhid dan beberapa Sholat yang dijalani oleh para imam termasuk cara sholat empati imam.

“Sebagai umat muslim tentu kita harus faham tentang cara sholat yang benar dan Syah menurut agama Islam,
Jug masalah halal tidak halal nya sebuah benda dan makanan, kita jangan cepat ambil kesimpulan mengalahkan orang lain, tidak usah berlebihan menilai kesalahan orang lain terutama dibidang Bu agama,” Ujar Ketua MUI Sumbar Sumbar.
Ketika wartawan media ini mempertanyakan begitu maraknya LGBT di Sumbar peringkat ke lima di Sumbar.

“MUI tidak bisa buat fatwa tentang LGBT, Mui hanya bisa meminta kepada LKAAM lembaga adat lainnya buat Pidana Adat, juga peran aktif orang tua menjaga anak-anaknya, serta peran pemerintahan nagari.
Setiap nagari yang ada di Sumbar harus mengadakan perna Peraturan Nagari tentang menolak LGBT
Jika ketiga ini, niniak mamak, orang tua dan pemerintahan nagari bersatu inshaallah negeri kita akan terbebas dari LGBT dan Lesbian,” Ujar Buya Hamka H.Zulkarnaini MA.g Ketua MUI Sumbar.
Acara sesi berikutnya tentang LGBT dilanjutkan oleh pemateri Dr.H.Armen SP.PD.KPTI
FINASIM
Menguraikan tentang bahaya dari penyakit yang ditimbulkan oleh pelaku LGBT dan Lesbian.

“Para orang tua harus antisipasi tentang pergaulan anak, harus diperhatikan secara seksama yaitu tentang prilaku anak sendiri, juga tentang tetangga dan lingkungan juga sangat berpengaruh dalam prilaku anak-anak.Ujar Prof Armen.
Syaipul Ramli











