BATAM, INDONESIA TOPNEWS – Merantau meninggalkan kampung halaman demi meraih kehidupan yang lebih baik bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah untuk bertahan di tanah rantau. Hal itulah yang dijalani Pak Raja Parangin-angin, seorang pedagang aksesori asal Sambahe, Tanah Karo, Sumatera Utara, yang kini mengadu nasib di Kota Batam bersama sang istri, boru Pinem.
Pak Raja meninggalkan kampung halamannya pada tahun 2015 untuk merantau ke Kota Batam. Kini, setelah sekitar 11 tahun menjalani kehidupan di kota industri tersebut, ia terus berjuang membangun usaha kecilnya melalui perdagangan aksesori.
Di tengah persaingan usaha dan dinamika kehidupan perkotaan, Pak Raja memilih jalan sederhana tetapi penuh perjuangan, yakni berjualan dengan membuka lapak di berbagai lokasi pasar kaget.
Menariknya, hampir di setiap kesempatan ketika ada pasar kaget yang berlangsung pada pagi, sore, maupun malam hari, Pak Raja berusaha hadir untuk menjajakan dagangannya. Baginya, setiap keramaian pasar merupakan kesempatan untuk mencari rezeki dan memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarga.
Bersama istrinya, boru Pinem, Pak Raja menjalani aktivitas berdagang dengan tekun. Berpindah dari satu lokasi pasar kaget ke lokasi lainnya tentu membutuhkan tenaga, waktu, dan kesabaran. Namun, semangat untuk terus bekerja menjadi modal penting dalam menjalani kehidupan sebagai perantau.
Kisah Pak Raja menjadi gambaran perjuangan masyarakat perantauan yang berusaha membangun kehidupan melalui usaha mandiri. Jauh dari kampung halaman, ia tetap berupaya bertahan dan mencari peluang usaha di tengah kehidupan Kota Batam yang terus berkembang.
Perjalanan selama kurang lebih 11 tahun di Batam bukan sekadar hitungan waktu, tetapi juga bagian dari perjalanan hidup dalam memperjuangkan masa depan. Dari Sambahe, Tanah Karo, hingga kini berdagang di berbagai pasar kaget di Batam, Pak Raja menunjukkan bahwa usaha kecil yang dijalankan dengan ketekunan memiliki arti besar bagi kehidupan keluarga.
Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa di balik ramainya aktivitas pasar kaget, terdapat banyak pedagang kecil yang bekerja keras demi menyambung hidup. Mereka hadir sejak pagi hingga malam, memanfaatkan setiap peluang yang ada agar roda kehidupan keluarga terus berjalan.
Bagi Pak Raja Parangin-angin dan istrinya, setiap lapak yang dibuka adalah kesempatan untuk berusaha, setiap dagangan yang terjual adalah hasil kerja keras, dan setiap hari yang dilalui merupakan bagian dari perjuangan meraih kehidupan yang lebih baik di tanah rantau.
Reporter: Dewardi Pasaribu
Indonesia Topnews




