Batam, Indonesia TopNews – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Sei Beduk menggelar rapat bersama unsur UPIKA Sei Beduk pada Selasa (2/6/2026) di Sanggar Budaya Intan Baiduri, LAM Sei Beduk. Pertemuan ini dilaksanakan untuk menyikapi isu yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial terkait penjualan minuman tradisional (tuak/B2) serta adanya unggahan yang dinilai mengandung ujaran kebencian dan penghinaan terhadap bangsa Melayu.
Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua LAM Sei Beduk Dato’ Setia Ruslan, MSH, AMD, Sekretaris LAM Dato’ Rahmad Hidayat, SE., M.Si, Kapolsek Sei Beduk IPTU Alex Yasral, Lurah Mangsang, Lurah Muka Kuning Yopi, Camat Sei Beduk yang diwakili oleh Lurah Hery Eriawan, Anggota DPRD Kota Batam Komisi I Anuar Anas, serta seluruh pengurus LAM Sei Beduk.
Dalam pertemuan tersebut, LAM Sei Beduk membahas langkah-langkah strategis untuk mensosialisasikan keputusan yang telah dibuat oleh LAM Kota Batam bersama 55 organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ada di Kota Batam. Keputusan tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjaga keharmonisan dan ketertiban masyarakat.

Kapolsek Sei Beduk IPTU Alex Yasral menyampaikan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar di media sosial.
Sementara itu, Ketua LAM Sei Beduk Dato’ Setia Ruslan menegaskan bahwa pihaknya akan mengundang seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan berbagai suku yang berada dalam wilayah hukum Polsek Sei Beduk guna membangun komunikasi yang baik serta menyejukkan suasana di tengah masyarakat.
Anggota DPRD Kota Batam Komisi I Anuar Anas juga mendukung langkah tersebut dan berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga persatuan serta menghormati nilai-nilai adat dan budaya yang ada di Kota Batam.

Dalam rapat itu juga disampaikan peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap keberadaan akun-akun palsu di media sosial yang berpotensi memicu perpecahan dan pergaduhan di tengah masyarakat. LAM Sei Beduk diminta lebih jeli dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar agar tidak mudah terpancing oleh provokasi.
Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dato’ Ustadz Karem, memohon agar Kota Batam tetap aman, damai, dan kondusif.
Reporter: Chepi
Editor: Indonesia TopNews











