Indonesia Topnews-BATAM — Riuh rendah suara tawar-menawar memecah udara pagi di kawasan Jodoh, tepat di depan Ramayana Batam. Hari ini, Jum’at, 17 Juli 2026, suasana di salah satu pusat perburuan barang bekas (seken) legendaris ini mendadak “pecah”. Ratusan pembeli tampak menyemut, saling sikut dengan damai, demi mendapatkan barang bermerek (branded) dengan harga miring.
Pasar Seken Jodoh bukan sekadar tempat transaksi, melainkan panggung budaya yang unik. Lapak-lapak di sini didominasi oleh para pedagang tangguh asal Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Logat Medan yang tegas beradu merdu dengan dialek Minang yang lihai merayu pembeli, menciptakan simfoni khas pasar tumpah yang selalu dirindukan.
“Biar Ekonomi Sulit, Gaya Tetap Elit!”
Di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan, pasar seken justru menjadi oase. Bagi para pemburu barang bekas, tempat ini adalah penyelamat gaya hidup tanpa harus menjebol kantong.
Seorang pembeli asal luar kota, Andi (29), yang sengaja datang jauh-jauh untuk berburu sepatu vintage, membagikan keseruannya:
“Gila, bang! Di sini kalau jeli, kita bisa dapat sepatu kulit asli buatan Italia seharga ratusan ribu, padahal harga aslinya jutaan. Biar ekonomi lagi sulit, gaya kita harus tetap elit! Informasi pasar begini penting banget buat kami yang dari luar Batam biar tahu ke mana harus melangkah.”
![]()
Senyum Sumringah Para Pedagang: Penjualan Tetap Stabil
Saat sektor ritel lain mengeluhkan sepinya pembeli, para pedagang di Pasar Seken Jodoh justru tersenyum lebar. Keuletan mereka berbuah manis dengan omzet yang tetap terjaga stabil.
Ucok (42), salah satu pedagang pakaian seken asal Sumatra Utara, mengungkapkan rasa syukurnya sambil mengibas-ngibaskan selembar jaket denim ke udara:
“Puji Tuhan, dek! Mau ekonomi naik atau turun, orang tetap butuh baju bagus. Di lapak kita ini, barang impor kualitas jempolan tapi harga kaki lima. Pembeli rebutan, kami pun pulang bawa senyum. Hari ini jualan lancar jaya!”
Senada dengan Ucok, Uni Linda (38), pedagang tas seken asal Sumatra Barat, juga merasakan berkah yang sama:
“Alhamdulillah, kuncinya sabar dan ramah sama pembeli. Di sini tawar-menawar itu seni. Biar untung tipis, yang penting perputaran barangnya cepat. Hari ini lumayan banyak borongan dari luar kota juga!”
![]()
Petualangan Berburu Barang Seken Baru Dimulai
Fenomena luar biasa di depan Ramayana Jodoh ini barulah secuil dari magnet “Batam Kota Seken”. Masih bertebaran sudut-sudut rahasia lainnya di penjuru Batam yang menyimpan harta karun serupa.
Bagi Anda para pelancong dan pencinta thrifting, persiapkan fisik dan dompet Anda. Penulis akan kembali menjelajahi dan mengupas tuntas pasar-pasar seken tersembunyi lainnya di wilayah Batam dan sekitarnya pada ulasan berikutnya. Tetap pantau terus!
Penulis: Dani Tanjung
Editor: Redaksi



