Indonesia Topnews-BATAM — Sanggar Seni Bathoro Mayang Nusantoro memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-8 di halaman parkir Pusdiklat Vihara Amitabha, Batu Ampar, Batam, Minggu (30/8/2026).
Harlah tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus menegaskan komitmen sanggar dalam menjaga eksistensi seni budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.
Ketua Dewan Seni Punggowo, Marji, mengapresiasi perjalanan Bathoro Mayang Nusantoro yang selama delapan tahun konsisten menjadi wadah berkesenian dan pembinaan generasi muda. Ia menyebut terdapat sekitar 57 tim kesenian tradisional di Batam yang menjadi bagian dari perkembangan seni budaya daerah.
Menurut Marji, regenerasi harus menjadi perhatian utama agar seni tradisional tidak berhenti pada generasi saat ini.
«“Anak-anak muda harus diberikan kesempatan belajar, tampil dan mencintai budaya sendiri. Kalau bukan generasi muda yang meneruskan, ke depan siapa lagi?” ujar Marji.»
Sementara itu, Ketua Sanggar Bathoro Mayang Nusantoro, Eko, mengatakan usia delapan tahun menjadi hasil kerja bersama pengurus, anggota, keluarga, masyarakat dan berbagai paguyuban.
“Harapan kami Bathoro Mayang Nusantoro semakin maju, kompak dan semakin banyak generasi muda yang ikut. Kami ingin seni budaya ini tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Eko.
Perayaan Harlah juga dihadiri sejumlah paguyuban Kota Batam serta diramaikan pelaku UMKM. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
Delapan tahun perjalanan Bathoro Mayang Nusantoro menjadi bukti bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan lintas generasi. Sanggar diharapkan terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya dan bangga terhadap seni tradisional.
Reporter dani tanjung.




