Pasar Tanjung Pantun, Jejak Perdagangan Lama yang Kini Hidup Kembali di Depan Ramayana

Indonesia Topnews-BATAM, KEPRI — Nama Tanjung Pantun, Sungai Jodoh, Lubuk Baja, Batam, menyimpan cerita panjang tentang denyut perdagangan masyarakat Batam. Pada era 1987 hingga sekitar tahun 2000, kawasan Tanjung Pantun dikenal sebagai salah satu lokasi yang ramai dikunjungi warga Batam maupun para pedagang yang datang dari berbagai daerah.

Suasana perdagangan kala itu begitu hidup. Sejak pagi, aktivitas jual beli mulai menggeliat dan terus berlangsung hingga hari beranjak malam. Pedagang dan pembeli datang silih berganti, menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu titik penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Read More

Di tengah ramainya aktivitas perdagangan, Kedai Kopi Sanggarila Jodoh juga menjadi salah satu tempat yang dikenal sebagai lokasi berkumpul. Kedai kopi tersebut tidak hanya menjadi tempat menikmati secangkir kopi, tetapi juga menjadi tempat para pedagang bertemu dan berbincang, termasuk mereka yang menjajakan berbagai jenis obat sebelum memulai aktivitas berdagang.

Seiring perkembangan kawasan dan perubahan tata ruang perdagangan, aktivitas pedagang kemudian berpindah dari kawasan Tanjung Pantun ke lokasi di depan Ramayana, dekat kawasan Tos 3000. Meski lokasi berubah, semangat perdagangan masyarakat tetap bertahan.

Kini, kawasan depan Ramayana kembali dikenal sebagai salah satu tempat perdagangan barang seken atau barang bekas, termasuk berbagai barang dari luar negeri. Beragam kebutuhan dapat ditemukan di kawasan ini, mulai dari pakaian, jam tangan, sepatu, tas hingga berbagai macam barang lainnya.

Menariknya, aktivitas perdagangan di lokasi tersebut tidak hanya berlangsung pada pagi hari. Sejak pagi hingga malam, kawasan ini tetap ramai oleh pedagang dan masyarakat yang datang untuk mencari berbagai barang dengan harga yang relatif terjangkau.

Bagi masyarakat yang telah lama tinggal di Batam, suasana tersebut seolah menghadirkan kembali kenangan masa lalu ketika kawasan Jodoh dan Tanjung Pantun menjadi salah satu pusat keramaian perdagangan.

Perubahan zaman memang membuat lokasi dan bentuk perdagangan berubah. Namun, kehidupan ekonomi rakyat di kawasan Jodoh tetap menunjukkan denyut yang sama: pedagang mencari rezeki, pembeli mencari kebutuhan, dan kawasan perdagangan terus bergerak mengikuti perkembangan Kota Batam.

Pasar barang seken di depan Ramayana pun kini menjadi bagian dari cerita panjang perjalanan perdagangan rakyat di kawasan Jodoh—sebuah kawasan yang sejak puluhan tahun lalu telah menjadi saksi perkembangan Batam dari masa ke masa.

Reporter: SP.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *