Indonesia Topnews-Aceh-Tapak Tuan – Sejumlah nelayan di Kecamatan Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan, mengeluhkan menurunnya hasil tangkapan ikan dalam beberapa waktu terakhir. Mereka menilai, penggunaan pukat kapal yang dilakukan saat melaut tidak lagi memberikan hasil seperti yang diharapkan.
Salah seorang nelayan setempat, KC, mengungkapkan bahwa hasil tangkapan yang dibawa pulang dari laut saat ini jauh berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Sekarang ini, pulang dari laut hasilnya tidak seperti dulu. Kadang sudah berhari-hari melaut, tapi ikan yang didapat sedikit,” ujarnya, Selasa (4/2/2026).
Menurut KC, kondisi ini diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya perubahan cuaca, gelombang laut yang tidak menentu, serta pergerakan ikan yang semakin sulit diprediksi. Selain itu, alat tangkap yang digunakan juga dinilai kurang efektif dalam menjaring ikan di wilayah perairan Tapak Tuan.
“Pukat kapal sekarang kurang maksimal. Mungkin karena musim atau ikan sudah berpindah tempat,” tambahnya.
Menurunnya hasil tangkapan tersebut berdampak langsung pada pendapatan nelayan. Banyak dari mereka yang harus mengurangi biaya operasional, bahkan ada yang terpaksa menunda keberangkatan melaut karena hasil yang tidak sebanding dengan modal.
Selain itu, para nelayan berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, terutama dalam bentuk pendampingan, pelatihan penggunaan alat tangkap, serta informasi mengenai kondisi cuaca dan lokasi potensial penangkapan ikan.
“Kami berharap ada bantuan atau solusi agar kami bisa kembali mendapatkan hasil yang lebih baik. Karena laut ini satu-satunya sumber penghidupan kami,” tutur KC.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat sektor perikanan merupakan salah satu penopang utama ekonomi masyarakat pesisir di Tapak Tuan. Diharapkan ke depan, sinergi antara nelayan dan pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan serta keberlanjutan usaha perikanan di wilayah tersebut.
Reporter : Jason Saragih











